Alengka Jiwa

29 September 2006

Kalau Ingat Muhammad

Kalau ingat Muhammad; Hidup jadi berbunga-bunga
Membayangkan wajah lembutnya; Sepenuh kalbu jadi gembira
Keriangan menshalawati Muhammad; Tak lain adalah meluapnya rasa syukur
Kepada Allah yang telah berkenan menciptakannya

Allah sendiri mempelopori pernyataan cinta, bersama seluruh malaikatNya
Kepada Muhammad, makhluk paling mulia, di antara segala apapun yang menyandang kemuliaan di hadapan Tuhannya
Allah sendiri yang memulai; Yusholluuna 'alanNabiyyi’ Yusholluuna 'alanNabiyyi

Kalau tak ada Muhammad; Aku tak bakal punya ilmu
Karena cipratan dari Allah; Belum tentu disampaikan kepada kita
Kalau tak ada Muhammad; Aku tak kenal Allah, tak kenal sorga
Tak kenal nilai-nilai dan wacana; Rumah tak ada pintunya; Gembok tak ada kuncinya

Muhammad, Muhammad
Tatkalakusadari kebersahajaannya
Rasa terkutuk diri ini selamanya
Betapa rasa kubenci diriku sendiri
Jika di depan cermin wajah kupandangi
Pakaian necis yang kukenakan ini
Rumah hedonisme yang kuhuni ini
Ruang-ruang, dan barang yang namanya tivi
Ya Allah, sungguh aku tak tahu diri

Lihatlah lelaki itu: mencium tangan kasar dan pecah-pecah si kuli pemecah batu
Lihatlah lelaki itu : menggendong seorang anak hitam yang mengencingi bajunya, kemudian berangkat sembahyang tanpa mencucinya
Lihatlah lelaki itu : tidur di atas tumpukan daun-daun
Menambal sendiri sepatu kumuhnya
Menjahit sendiri baju robeknya
Lihatlah lelaki itu, dan pandanglah dirimu

Lihatlah lelaki itu
Rumahnya sepetak: 4,80 X 6,62 m
Cucunya diracun istrinya sendiri
Dan cucu lainnya dipenggal-penggal badannya
Lihatlah lelaki itu
Yang tatkala naza' ia ucapkan dengan bibir gemetar: 'Ummatiii, ummatiii…"
Ia tidak menyebut "anakku, cucuku…"
Ia tidak ingat nasib dirinya sendiri
Dan sekarang kita memperbodoh diri
Dengan individualisme
Dengan ashobiyah, semangat kelompok
Dengan mempertengkari saudara seummat
Kita perhinakan Muhammad
Kita iris perasaannya
Kita lukai hatinya
Kita khianati kemuliaannya

Lihatlah lelaku itu
Yang tatkala badannya menjadi jenazah
Para sahabatnya berpaling karena berebut kekuasaan
Sehingga hanya lima orang yang mengantarkannya ke kuburan
Lihatlah lelaki itu
Kaisar agung tanpa mahkota
Tidak meminta gaji dan istana
Kemelaratan tidak pernah mengurangi sedikitpun rasa syukurnya
Jaminan sorga tidak mengendorkan sedikitpun cinta Allah dan ibadahnya

Muhammad adalah masterpiece ciptaan Allah
Ia manusia luar biasa, namun biasa sebagai manusia
Ia manusia biasa, namun tak biasa sebagaimana manusia
Ia mutiara, mutiara. Yaquut, yaquut
Ia senantiasa memperhatikan hidupmu dengan penuh rasa kasih sayang
Ia selalu menatap perjalananmu dengan perasaan yang sangat mendalam
Berat hatinya, prihatin merasakan setiap derita dan keluh kesahmu

Tidakkah engkau rindu cintanya
Tidakkah engkau mendambakan
Untuk disayang olehnya?
Muhammad, wahai Muhammad
Lelaki manakah yang lain yang dicintai manusia sepanjang masa
Yang didendang-dendangkan namanya memenuhi siang malam
Yang disayang-sayang dengan nyanyian sepanjang zaman

Pernahkah engkau ingat dan sadari bahwa Rasulullah belum tentu merupakan bapak yang lebih beruntung dibanding engkau
Rasulullah, Abu Qasim, Bapaknya Qasim, dan Qasim direbut Allah sejak kanak-kanaknya
Kemudian beliau hanya dihibur oleh Fatimah as-Zahra'
Fatimah semata wayang, wanita lembut dan pengalah
Fatimah, wanita utama, berkat penderitaanya
Yang berlangsung seolah-olah lebih panjang dari usia dunia
Fatimah, yang suaminya dibunuh, yang putra pertamanya diracun
Oleh istrinya sendiri
Dan putra keduanya dibunuh
Bahkan bukan hanya dibunuh
melainkan dicacah-cacah badannya dicucup jantungnya oleh sesama muslim saudaranya sendiri!

Fatimah yang hak-haknya dirampas paksa, oleh orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai sahabat Rasul.
Siapakah Ibu di muka bumi di abad berapapun, yang lebih menderita,
lebih hancur luluh hatinya, dibanding Fatimah az-Zahra'

Siapakah di antara yang hadir di sini ; yang merasa lebih menderita
dibanding Muhammad dan keluarganya ?
Siapakah di antara yang hadir di sini ; yang merasa lebih miskin hidupnya
dibanding Muhammad dan keluarganya?
Siapakah yang pernah terusir dari kampungnya sendiri kemudian berlari
ribuan kilometer, bertamu ke suatu kampung di rantau, dan diusir, dilempari batu sampai keningnya berdarah?

Siapakah di antara yang hadir di sini
yang pernah kelaparan sehingga mengganjal perutnya dengan batu yang diselipkan
di antara celana dan ikat pinggangnya sebagaimana Muhammad?
Siapakah di antara yang hadir di sini
yang pernah tidur di atas blarak
dan berbantalkan kayu?
Yang bukan karena nglaras atau iseng-iseng, melainkan karena sedemikian keadaannya?

Siapakah yang pernah tidak punya apa-apa lagi di rumahnya, sehingga dengan hati perih mengajak keluarganya untuk berpuasa
Kemudian sahabatnya marah kepadanya: "Kenapakah tidak katakan kepada kami, supaya kami bisa meminjamkan gandum kepadamu?"
Tetapi ia menjawab: "Biarlah kami sekeluarga menguji seberapa tahan iman kami, seberapa mendalam taqwa kami, serta seberapa sabar hati kami atas setiap yang Allah kehendaki"?

Tahukah engkau bahwa Muhammad
Dengan segala kemiskinannya
Dengan segala derita dan kesengsaraan hidup keduniaannya
Dengan segala keserhanaan dan kejelataannya
Ia bergembira, bergembira dan bergembira?
Ia bersyukur, bersyukur dan bersyukur?

Tahukah engkau bahwa karena kebesaran jiwanya, karena keikhlasan perjuangannya, Muhammad ditawari oleh Allah kerajaan agung
dan kekayaan sebagai Sulaiman AS -- dan Muhammad menolaknya?
Kemiskinan tidak boleh menjadi tujuan, namun lebih haram lagi kalau ia menjadi alasan untuk kehilangan kegembiraan hidup
Penderitaan hidup tidak boleh dicari-cari, namun lebih haram lagi kalau ia menjadi sebab dari kesedihan dan hilangnya rasa syukur

Muhammad bertugas menggembirakan seluruh alam dan ummat manusia
Maka ia memberi contoh tentang bagaimana hidup bergembira
Gembira yang tidak dicari di kandungan benda-benda dan dunia
Namun ditemukan dari kedekatan dan kebersamaan dengan Allah


( Postingan dari milis, semoga bermanfaat )

24 September 2006

Maafkan Diri Ini

Disengaja ataupun tdk disengaja,sadar ataupun tdk disadari,besar ataupun kecil.Dilakukan karena kebodohan,karena ketidaktahuan seringkali ada kata,ucap,perbuatan yang tdk berkenan dan menyakitkan di hati.
Pada kesempatan ini...untuk guru-guruku (kalaupun ngga mau disebut guru,aku menganggapnya anda semua sbg guru),untuk keluargaku tercinta,untuk semua sahabat yang aku sayangi,aku minta ikhlas & ridhonya untuk memaafkan seorang Amad Wangsa Wijaya.

Aku ingin memasuki Ramadhan ini diiring maaf dari kalian semua.